Peningkatan angka kejadian kasus kelainan pada saraf tulang belakang dan struktur di sekitarnya mendorong dibentuknya Divisi Neurospine pada Departemen Ilmu Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Jenis kasus yang ditangani juga semakin luas dan beragam, mulai dari degeneratif, trauma, tumor, vaskular, infeksi, dan deformitas tulang belakang dan struktur penunjangnya.

Untuk menunjang penanganan kasus yang beragam dengan berbagai tingkat kesulitan, divisi neurospine sebagai pusat rujukan neurospine di Indonesia Timur didukung oleh fasilitas diagnostik terbaru seperti CT Scan high-definition dan MRI whole spine. Pada pasien yang memerlukan penatalaksanaan pembedahan, divisi neurospine tidak hanya dapat melakukan pembedahan konvensional, namun juga pembedahan mikro dan minimal invasif sesuai dengan literatur, pedoman tatalaksana terbaru, dan kedokteran berbasis bukti.

Saat ini divisi neurospine terdiri dari 2 orang konsultan: