Mengenal Trigeminal Neuralgia, Penyebab Nyeri Pada Wajah

image
By admin On Sabtu, Maret 20 th, 2021 · no Comments · In

Trigeminal Neuralgia, secara tradisional disebut dengan Tic Douloureux, adalah gangguan nyeri neuropatik kronis yang ditandai dengan gejala nyeri tertusuk atau sengatan listrik di daerah wajah. Penyakit ini terjadi akibat gangguan pada saraf wajah yang dinamakan saraf trigeminal 1.

Epidemiologi

Trigeminal Neuralgia memiliki angka insiden sekitar 12,6 – 27 per 100.000 per tahun. Trigeminal Neuralgia lebih sering diderita oleh perempuan (60 %) dibandingkan dengan laki laki (40 %). Penyakit ini rata rata menyerang usia antara 53 – 57 tahun 2.

Gejala

Trigeminal neuralgia ditandai dengan rasa nyeri terutama pada area pipi, rahang, gusi, gigi, atau bibir. Pada beberapa kasus nyeri juga dapat terasa pada sekitar mata dan dahi. Nyeri umumnya dirasakan pada salah satu sisi wajah, dengan wajah sisi kanan lebih sering mengalami gejala daripada sisi kiri 1.

Kualitas nyeri digambarkan seperti tertusuk, tajam, tersengat listrik, keram, tegang, maupun rasa terbakar. Serangan nyeri umumnya berlangsung secara paroksismal, tiba-tiba, intens, dan sangat singkat (<1 detik hingga 2 menit). Jumlah serangan sangat bervariasi mulai dari beberapa serangan nyeri per hari hingga ratusan serangan per hari. Pasien dapat mengalami periode refraktori yang merupakan periode ketika rasa sakit tidak muncul selama beberapa waktu, lalu kemudian muncul lagi dalam waktu yang tidak terduga 1 3

Nyeri neuralgia trigeminal dapat dipicu oleh gerakan umum kehidupan sehari-hari seperti bicara, tersenyum, mengunyah, menggosok gigi, mencuci muka, sentuhan lembut pada wajah, berdandan atau bercukur, udara dingin, aliran air, hingga getaran pada wajah. Lokasi pemicu paling umum yaitu pada daerah antara hidung bibir, bibir atas dan bawah, dagu, pipi, dan gusi. Lokasi nyeri tidak selalu sesuai dengan lokasi pemicu, misalnya rangsangan di sekitar bibir bawah dapat menyebabkan nyeri di pelipis, atau lokasi pemicu di bagian samping hidung dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke dahi atau bibir atas 1.

Tipe dan Penyebab

Trigeminal Neuralgia klasik: merupakan jenis yang paling umum terjadi. Jenis ini disebabkan oleh kompresi / tekanan pada saraf trigerminal oleh pembuluh darah disekitarnya

  • Trigeminal Neuralgia sekunder: Terjadi pada 15 % kasus; disebabkan oleh penyakit atau gangguan neurologis lain yang mendasari, seperti pada Stroke, multiple sclerosis atau tumor di area cerebellopontine angle yang dapat menekan saraf trigeminal
  • Trigeminal Neuralgia Idiopatik: Terjadi pada 10 % kasus, pada jenis ini tidak ditemukan penyebab yang jelas yang mendasari gangguan pada saraf

Diagnosis

Neuralgia trigeminal didiagnosis secara klinis berdasarkan pada wawancara/anamnesis pasien, diikuti dengan pemeriksaan klinis. Pada kecurigaan adanya keterlibatan penyebab sekunder, dapat dilakukan pemeriksaan pencitran MRI.

Pengobatan

Penanganan awal trigeminal neuralgia dimulai dengan pemberian obat, yang bertujuan mengurangi rasa nyeri. Beberapa jenis obat tersebut, antara lain:

  • Antikonvulsan / antikejang, seperti carbamazepine, oxcarbazepine, lamotrigine, phenytoin, clonazepam, atau gabapentin. Obat ini bekerja pada reseptor terkait saraf yang dapat memperlambat impuls saraf sehingga mengurangi sinyal rasa nyeri ke otak. Obat ini perlu dikonsumsi secara teratur.  Beberapa efek samping yang mungkin muncul adalah mual, pusing, linglung, dan kelelahan. Dalam berbagai studi, terapi dengan obat obatan umumnya dapat mengurangi 50% nyeri. Para ahli menemukan bahwa gejala yang memburuk dari waktu ke waktu akan menjadi kurang responsif terhadap pengobatan meskipun dosis ditingkatkan maupun diberikan penambahan jenis obat 4.
  • Suntikan botox atau botulinum toxin diduga dapat mengurangi rasa sakit pada trigeminal neuralgia terutama yang tidak membaik dengan pengobatan 5.

Operasi

Metode lain untuk penanganan trigeminal neuralgia adalah operasi. Prosedur ini dapat dilakukan jika gejala tidak kunjung mereda atau muncul efek samping terus menerus dari konsumsi obat. Beberapa prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk trigeminal neuralgia, antara lain:

  • Dekrompresi mikrovaskular (microvascular decompression). Melalui prosedur ini, pembuluh darah yang menekan  saraf trigeminal akan diangkat atau dipindahkan, kemudian sebuah bantalan akan ditempatkan di antara pembuluh darah dan saraf unutk mencegah penekanan kembali. Beberapa risiko dari prosedur ini, yaitu pendengaran menurun, kelumpuhan, mati rasa pada wajah, atau stroke.  Berdasarkan studi, MVD adalah intervensi bedah yang paling efektif untuk trigeminal klasik. Pada 1 hingga 2 tahun setelah menjalani prosedur ini, 68 – 88% pasien mengalami perbaikan nyeri, dan 61 – 80% pasien mengalami nyeri yang membaik pada 4 sampai 5tahun6.
  • Pembedahan Percutaneous destructive. Pada prosedur ini dilakukan tindakan perusakan pada serabut saraf trigeminal dengan tujuan untuk menghambat rasa nyeri. Beberapa prosedur diantaranya :
    • Radiofrequency Thermocoagulation: Memberikan aliran listrik dan termal pada basis tulang tengkorak dekat serabut trigeminal
    • Glycerol rhizolysis: memberikan injeksi glycerol untuk merusak serabut saraf
    • Balloon compression: Pengembangan kateter balloon pada dasar tengkorak dekat serabut saraf trigeminal

Pembedahan percutaneous tetap aman, efektif, dan pilihan untuk pereda nyeri awal yang sangat baik pada beberapa pasien 7

.

  • Stereotactic Radiosurgery, Tindakan berupa memaparkan radiasi dalam dosis tertentu secara presisi pada akar saraf trigeminal. Prosedur umumnya menggunakan Gamma Knife

Komplikasi

Penderita trigeminal neuralgia yang parah dapat menyebabkan gangguan dalam menjalani kegiatan sehari hari secara normal sehingga dapat memicu masalah kejiwaan, misalnya stress, kecemasan dan depresi. Bahkan dalam kondisi parah, penderita dapat berpikir untuk bunuh diri 8

Referensi

1.          Cruccu G, Di Stefano G, Truini A. Trigeminal Neuralgia. Ropper AH, editor. N Engl J Med [Internet]. 2020 Aug 20;383(8):754–62. Available from: http://www.nejm.org/doi/10.1056/NEJMra1914484

2.          Maarbjerg S, Gozalov A, Olesen J, Bendtsen L. Trigeminal Neuralgia – A Prospective Systematic Study of Clinical Characteristics in 158 Patients. Headache J Head Face Pain [Internet]. 2014 Nov;54(10):1574–82. Available from: http://doi.wiley.com/10.1111/head.12441

3.          Bendtsen L, Zakrzewska JM, Heinskou TB, Hodaie M, Leal PRL, Nurmikko T, et al. Advances in diagnosis, classification, pathophysiology, and management of trigeminal neuralgia. Lancet Neurol [Internet]. 2020 Sep;19(9):784–96. Available from: https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1474442220302337

4.          Zakrzewska JM, Linskey ME. Trigeminal neuralgia. BMJ Clin Evid [Internet]. 2014 Oct 6;2014. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25299564

5.          Morra ME, Elgebaly A, Elmaraezy A, Khalil AM, Altibi AMA, Vu TL-H, et al. Therapeutic efficacy and safety of Botulinum Toxin A Therapy in Trigeminal Neuralgia: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. J Headache Pain [Internet]. 2016 Dec 5;17(1):63. Available from: https://thejournalofheadacheandpain.biomedcentral.com/articles/10.1186/s10194-016-0651-8

6.          Bendtsen L, Zakrzewska JM, Abbott J, Braschinsky M, Di Stefano G, Donnet A, et al. European Academy of Neurology guideline on trigeminal neuralgia. Eur J Neurol [Internet]. 2019 Jun 8;26(6):831–49. Available from: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/ene.13950

7.          Cheng JS, Lim DA, Chang EF, Barbaro NM. A Review of Percutaneous Treatments for Trigeminal Neuralgia. Oper Neurosurg [Internet]. 2014 Mar 1;10(1):25–33. Available from: https://academic.oup.com/ons/article/10/1/25/2555846

8.          Zakrzewska JM, Wu J, Mon-Williams M, Phillips N, Pavitt SH. Evaluating the impact of trigeminal neuralgia. Pain [Internet]. 2017 Jun 18;158(6):1166–74. Available from: https://journals.lww.com/00006396-201706000-00023

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *