Mengenal Monitoring Tekanan Intrakranial “ICP Monitoring”

image
By admin On Sabtu, Maret 27 th, 2021 · no Comments · In

Gambar utama diambil dari: https://teachmesurgery.com/neurosurgery/flow-and-pressure/monro-kellie-doctrine/

Diskusi mengenai monitoring tekanan intrakranial berawal dari ahli anatomi skotlandia Alexander Monro dan rekannya George Kellie, pada abad ke 18. Sehingga terbentuk doktrin Monro-Kellie yang sampai saat ini dipergunakan sebagai acuan dalam pengukuran tekanan intrakranial. Konten intrakranial terdiri dari jaringan otak, darah serta cairan serebrospinal.1

Gambar 1 Ilustrasi Konten Intrakranial Monroe-Kellie.1

Tekanan intrakanial normal secara umum berada diantara 5-15 mmHg pada orang dewasa normal, 3-7 mmHg pada anak-anak, dan 1,5-6 mmHg pada bayi/infants, tekanan intrakranial diakatakan mening jika >20 mmHg, merupakan penyebab utama terjadinya cedera otak sekunder pada pasien trauma.2 Pengukuran tekanan intrakranial/otak, paling sering digunakan pada cedera otak akibat trauma, selain itu dilakukan pada kondisi perdarahan otak, hidrosefalus, kelainan pembuluh darah otak, infeksi otak, serta kondisi lainnya yang membutuhkan tindakan ini.3

Tujuan utama pengukuran tekanan intrakranial adalah untuk menjaga aliran darah dan oksigen  ke otak, dengan menjaga tekanan intrakranial tetap normal. Pemasangan ICP Monitor seperti yang direkomendasikan Brain Taruma Fondationmaupun di RSUD dr. Soetomo yaitu pada pasien dengan GCS <9 dan CT Scan Kepala yang abnormal atau pada pasien dengan CT Scan Normal disertai 2 dari 3 kondisi: usia >40 tahun, unilateral/bilateral postur motoric, dan tekanan darah sistolik <90 mmHg.4

Metode pemasangan ICP Monitor dapat dibagi menjadi 2 yaitu invasif dan non invasif. Secara invasive, pengukuran tekanan intrakranial menggunakan EVD masih menjadi gold standard sampai saat ini, sesuai dengan tujuannya yaitu drainase cairan serebrospinal. Implantasi microtransducer seperti strain gauge devicespneumatic sensors dan fiber-optic sensors juga dapat digunakan. Sedangkan pada metode non invasif, dapat digunakan Transcranial Doppler, berdasarkan pemeriksaan computed tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI)Telemetric Sensors5Anterior Fontanelle Pressure Monitoring yang dapat dilakukan pada bayi, funduskopi dengan melihat vena sentral retina dan selubung saraf optik merupakan metode yang mudah dan sering digunakan. Perkembangan metode pengukuran tekanan intrakranial masih dapat berkembang, perlu diingat juga bahwa manajemen secara menyeluruh sangat penting agar perbaikan kondisi pasien dapat tercapai.1

Gambar 2 Lokasi pemasangan ICP Monitoring Device secara invasive.1

Referensi

  1. Harary M, Dolmans RGF, Gormley WB. Intracranial pressure monitoring—review and avenues for development. Sensors (Switzerland). 2018;18(2):3–7.
  2. Kristiansson H, Nissborg E, Bartek J, Andresen M, Reinstrup P, Romner B. Measuring elevated intracranial pressure through noninvasive methods: A review of the literature. J Neurosurg Anesthesiol. 2013;25(4):372–85. 
  3. Khan MN, Shallwani H, Khan MU, Shamim MS. Noninvasive monitoring intracranial pressure – A review of available modalities. Surg Neurol Int. 2018;9(1). 
  4. Aiolfi A, Benjamin E, Khor D, Inaba K, Lam L, Demetriades D. Brain Trauma Foundation Guidelines for Intracranial Pressure Monitoring: Compliance and Effect on Outcome. World J Surg. 2017;41(6):1543–9. 
  5. Aiolfi A, Khor D, Cho J, Benjamin E, Inaba K, Demetriades D. Intracranial pressure monitoring in severe blunt head trauma: Does the type of monitoring device matter? J Neurosurg. 2018;128(3):828–33. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *